jam-kukuk-titisee

Suara Jam Kukuk Memanggil Wisatawan ke Titisee

20 September 2018
News, Wisata Muslim

ADINDA| Titisee – Selain danau Titisee yang indah, Black Forest ternyata mampu menarik wisatawan mancanegara dengan sajian benda unik yang melegenda, dialah jam kukuk atau cuckoo clock atau Kukuksuhr. Jam kayu dengan suara burung kukuk…kukuk.

Black Forest yang ditumbuhi pepohonan cemara dan pinus ini menjadi sumber daya alam untuk membuat kerajinan jam yang mendunia. Adalah keluarga Drubba yang sudah lama menekuni pembuatan jam kukuk ini.

Jam kukuk adalah jam dinding dengan kotak kayu berbentuk rumah kecil dari kayu pinus. Rumah itu dilengkapi dengan sebuah jendela dan dihiasi dengan bunga yang terbuat dari ukiran kayu. Ada pendulum dan erekan rantai yang terlihat jelas. Setiap jam, jendela terbuka dan berbunyi suara burung “kukuk…kukuk” sambil mengangguk, atau membuka paruh, atau mengepakkan sayapnya. Nah, dari suara itulah jam itu diberi nama jam kukuk.

Baca juga :
  jam-kukuk-titisee

Menurut cerita, jam kukuk pertama kali dibuat sekitar tahun 1730 oleh Franz Anton Ketterer. Dia adalah seorang pembuat jam yang tinggal di desa Schonwald, dekat kota Triberg. Terinspirasi oleh suara orgel di gereja desa, Ketterer menggunakan pipa orgel untuk meniru suara burung kukuk yang di pasang di jam.

Jam kukuk yang pertama dibuatnya berbentuk kotak. Lalu di bagian atasnya ada ruangan berbentuk setengah lingkaran, tempat burung kukuk. Ketika jarum panjang tepat berada di angka 12, sebuah pintu kecil di ruang berbentuk setengah lingkaran itu terbuka. Burung kukuk keluar dan berbunyi  untuk memberitahukan waktu saat itu.

jam-kukuk-jermanPenemuan Ketteter ini disukai banyak orang. Banyak pembuat jam lainnya di kawasan Schwarzwald menirunya. Mereka bahkan mengembangkan bentuknya menjadi lebih bagus dan lebih mewah. Sejak pertengahan abad ke-19, jam bentuk jam kukuk jadi seperti sekarang. Sampai sekarang, jam kukuk masih dibuat di Schwarzwald. Di sana ada beberapa desa pembuat jam kukuk. Ada museum jam kukuk. Ada toko-toko jam kukuk. Ada juga jam kukuk terbesar di dunia. Tempat itu menjadi tempat tujuan wisata. Jam kukuk menjadi salah satu oleh-oleh dari Jerman. Saat berkunjung ke Titisee ini, rombongan dari tour Adinda Azzahra mengunjungi salah satu tempat pembuatan jam kukuk yang dilakukan oleh keluarga Drubba.  Saat kami berkunjung ke lokasi workshop, ternyata yang melakukan demo pembuatan jam kayu itu adalah seorang perempuan Indonesia. Ia menjelaskan proses pembuatan jam kukuk dengan bahasa Indonesia.
Wisata terkait :
drubba-houseSetelah mendapatkan penjelasan tentang jam kukuk, kami pun kembali ke toko Drubba House, yang di dalamnya terpampang jam kukuk dengan berbagai varian. Tak hanya jam kukuk, Drubba House juga menawarkan jam-jam berkelas di etalase kaca tokonya. Di toko ini, berkumpul para wisatawan dari berbagai negara, selain mereka belanja jam, tas, pakaian, dan aksesoris lainnya. Bahkan koper merk Rimowa pun menjadi salah satu koper yang menjadi buruan para traveler. Akhirnya waktu sudah beranjak siang, Restoran Zur Mühle pun siap menampung kami untuk menikmati sajian makan siang. Setelah itu, kami bersiap melanjutkan perjalanan berikutnya. Danau Titisee dengan jam kukuknya lamat-lamat pergi menjadi kenangan.  Wah seru juga ya dalamnya Black Forest, ternyata selain ada Danau Titisee juga terdapat souvenir jam kukuk yang melegenda. Nah, bagi wisata muslim yang ingin berkunjung ke Titisee, ikuti Paket Wisata Muslim Eropa Barat yang diselenggarakan Adinda Azzahra. Selain paket wisata, Adinda Azzahra juga menyediakan Paket Umrah Plus Eropa. Tinggal pilih, paket mana yang sesuai. Pastinya, dengan Adinda Azzahra, wisata Anda menjadi lebih tenang dan menyenangkan. Selamat bertadabbur alam!