Karantina Maroko
8 June 2021
Destinasi, News
Hari ini (6/6), otoritas kerajaan Maroko melalui pemberitahuan resmi kementerian luar negerinya telah mengeluarkan keputusan baru secara berkala untuk mengizinkan mobilisasi dari dan menuju ke Maroko. Hal tersebut terwujud dalam perizinan penerbangan dari dan menuju ke Maroko per-tanggal 15 Juni 2021.  Berikut hal-hal yang perlu diketahui : Pihak yang diizinkan masuk dan keluar dari wilayah Maroko :
  1. Warga negara Maroko yang tinggal di luar negeri.
  2. Warga negara asing yang tinggal di Maroko.
  3. Warga negara asing dari luar Maroko yang tinggal di negara aslinya.
  4. Warga negara asing dari luar Maroko yang tinggal di negara lain.
Daftar negara yang diizinkan masuk ke wilayah Maroko : Berdasarkan rekomendasi dari kementerian kesehatan setempat dan WHO, Pemerintah Maroko mengklasifikasikan dua kategori negara. Yaitu daftar negara A dan daftar negara B. Dikutip dari Morocco World News, Negara A merupakan negara yang memiliki indikator penurunan kasus covid yang signifikan. Adapun negara B adalah daftar negara yang terdampak varian baru Corona dan kesamaran statistik terhadap situasi epidemologinya. Berikut daftar negaranya : Daftar negara B yaitu Afghanistan, Aljazair, Angola, Argentina, Bahrain, Bangladesh, Benin, Bolivia, Botswana, Brazil, Kamboja, Kamerun, Cape Verde, Chile, Kolombia, Kongo, Republik Demokratik Kongo (DRC), Kuba, Uni Emirat Arab, Eswatini, Guatemala, Haiti, Honduras, India, Indonesia, Iran, Iraq, Jamaica, Kazakhstan, Kenya, Kuwait, Lesotho, Latvia, Liberia, Lithuania, Madagascar, Malaysia, Malawi, Maladewa, Mali, Mauritius, Mexico, Namibia, Nepal, Nicaragua, Niger, Oman, Uganda, Pakistan, Panama, Paraguay, Peru, Qatar, Republik Afrika Tengah, Korea Utara, Seychelles, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Africa Selatan, Sri Lanka, Sudan Selatan, Syria, Tanzania, Chad, Thailand, Togo, Ukraine, Uruguay, Venezuela, Vietnam, Yaman, Zambia dan Zimbabwe. Daftar negara A adalah selain yang ada di daftar negara B. Ketentuan setiba di Maroko :
  • Menunjukkan hasil negatif PCR maksimal 2×24 Jam (48 jam) atau sertifikat vaksin.
  • Karantina selama 10 hari bagi warga negara yang masuk dalam daftar negara B (termasuk Indonesia).
Kementerian luar negeri Maroko tidak menjelaskan  tempat karantina secara spesifik, namun seperti yang telah ada sebelumnya bahwa karantina di Maroko yaitu di rumah atau tempat yang akan ditinggali selama di Maroko. Hal-hal lain yang perlu diketahui : Pembukaan penerbangan ini masih dalam konteks izin pengecualian (exceptional permission) karena pada dasarnya wilayah udara Maroko belum dibuka seperi yang tertera dalam pemberitahuan kementerian luar negeri Maroko. Kebijakan ini muncul dengan alasan untuk membuka wilayah Maroko secara berkala dan sebagai dampak dari hasil positif penurunan virus Corona di Maroko. Selain itu kebijakan ini juga merupakan bagian dari “Operasi Merhaba 2021” yang diadakan setiap tahun untuk mengatur warga negara Maroko di luar negeri yang melakukan mudik musim panas. Adapun untuk yang masuk ke Maroko dari jalur laut telah ditentukan titik masuknya (pelabuhan) sebagaimana yang dilakukan tahun lalu dengan syarat melakukan tes PCR 2 kali, yaitu sebelum dan setiba di Maroko. Oleh : Humas PPI Maroko Sumber : https://www.diplomatie.ma